Berita

Genjot Pasar Asteng, Kemenpar Gelar Rakor Program Promosi Asia Tenggara

Pariwisata Kalimantan Timur | Senin, 06 Februari 2017 - 07:41:20 WIB | dibaca: 416 pembaca

JAKARTA, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar rapat koordinasi (Rakor) program promosi pariwisata di wilayah Asia Tenggara di Hotel Jambuluwuk, Bogor, Jawa Barat. Rapat yang berlangsung selama tiga hari (1-3/1/2017) dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (BP3M) Kemenpar I Gde Pitana yang sekaligus memberikan pengarahan.

Penyelenggaraan rakor sebagai kelanjutan dari kegiatan rakor dan sinkronisasi pada awal tahun 2016 tersebut juga menjadi sarana diskusi dan tukar pandangan antar instansi terkait serta mensinergikan kegiatan-kegiatan promosi Wonderful Indonesia di negara-negara Asia Tenggara.

“Asia Tenggara merupakan kawasan penting untuk pasar pariwisata Indonesia. Tahun 2015 kontribusi wisman dari 4 negara Asia Tenggara; Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina mencapai 29% dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Tahun 2017 kontribusi wisman dari pasar Asia Tenggara diharapkan akan meningkat signifikan,” kata I Gde Pitana.

Pemerintah mentargetkan tahun ini kunjungan wisman sebesar 15 juta. Dari target tersebut, pasar Asia Tenggara diharapkan memberikann kontribusi terbesar. Wisman dari Singapura ditargetkan sebesar 2.275.000 wisman, sedangkan Malaysia 1.772.000 wisman. Sementara itu wisman dari Filipina dan Thailand masing-masing ditargetkan sebesar 217.000 dan 135.000 wisman. “Wisman dari Singapura tahun ini diproyeksikan menduduki ranking ke-2, setelah great China (Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong)yang menempati ranking pertama dengan target sebesar 2.453.000 wisman,” kata I Gde Pitana.

Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengatakan, rakon ini sebagai pertemuan untuk saling menukar informasi dan mendapatkan gambaran pasar di masing-masing negara kawasan Asia Tenggara. “Para Perwakilan RI di Asia Tenggara diharapkan dapat memberikan gambaran serta informasi mengenai kondisi dan karakteristik pasar di masing-masing negara dimana mereka bertugas, sehingga dapat menjadi tolak ukur dalam penyusunan strategi bagi promosi pariwisata Indonesia di setiap negara tersebut,” kata Rizki Handayani Mustafa.

Rakor program promosi pariwisata dihadiri para perwakilan RI di sejumlah negara Asia Tenggara juga dapat dimaanfaatkan sebagai ajang pertemuan oleh dinas pariwisata dalam rangka memperkuat hubungan dan memperluas jaringan dengan para perwakilan RI (KBRI-KJRI-KRI) di Asia Tenggara terutama dalam hal promosi pariwisata daerah ke luar negeri. “Pada kesempatan ini Ketua Tim Percepatan Konektivitas akan membahas aksesibiltas penerbangan (airlines) dari wilayah Asia Tenggara ke destinasi di Indonesia, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemudahan dan ketersediaan konektivitas serta aksesibilitas menuju ke destinasi di seluruh Indonesia,” kata Rizki Handayani Mustafa.

Rakor program promosi pariwisata di Asia Tenggara kali ini dihadiri para peserta dari instansi terkait antara lain Kemenpar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, Tim Percepatan Konektivitas, Dinas Pariwisata, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Singapura dan Malaysia, Kementerian Luar Negeri serta 17 Perwakilan RI di Asia Tenggara (KBRI-KJRI-KRI) yakni; KBRI Kuala Lumpur, KBRI Bandar Seri Begawan, KBRI Phnom Pehn, KBRI Vientiane, KBRI Yangon, KBRI Manila, KBRI Singapura, KBRI Bangkok, KBRI Hanoi, KJRI Johor Bahru, KJRI Penang, KJRI Kuching, KJRI Davao, KJRI Ho Chi Minh City, KJRI Kota Kinabalu, KRI Tawau, dan KRI Songkhla.

Menpar Arief Yahya melihat perkembangan prinsip "Indonesia Incorporated" semakin kuat. Kekompakan dengan KBRI, KJRI dan KL lain adalah bukti adanya perkembangan yang makin maju. "Bergerak, serentak, tentu kita menang!" sebut Menpar Arief Yahya.

 

Sumber : https://www.facebook.com/kemenpar/posts/1413266998726091










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)