Berita

Aswin: Hunian Turun karena Pelayanan

Masih Ada Ruang bagi Hotel Baru

Pariwisata Kalimantan Timur | Rabu, 15 April 2015 - 10:47:19 WIB | dibaca: 4935 pembaca

BALIKPAPAN, Sudah terlalu banyaknya hotel dianggap sebagai penyebab turunnya okupansi di Kaltim. Namun sudut pandang berbeda diungkapkan Pemprov Kaltim. Pasar perhotelan dinilai masih potensial. Tingkat hunian di sebuah hotel bisa turun itu karena masing-masing pelayanan yang ditawarkan. 

“Agar kompetitif, pelaku bisnis di sektor ini diimbau untuk mengikuti standardisasi yang ditetapkan regulator,” sebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim M Aswin.

Saat ini, kata dia, tingkat hunian kamar hotel berbintang di Benua Etam berada di kisaran 56 persen. Dengan kondisi tersebut, dia meyakini, penambahan hotel baru tak akan banyak mengganggu penjualan kamar.

“Memang, setiap penambahan hotel baru dalam beberapa tahun belakangan, terjadi penurunan penjualan kamar. Tapi, nilainya kecil, sampai ke level 52 persen. Selang beberapa saat, biasanya situasi kembali normal,” ucap Aswin di sela-sela penyerahan sertifikasi hotel berbintang, akhir pekan lalu.

Menilik data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat hunian kamar hotel di Kaltim dalam dua bulan pertama 2014 memang melorot. Mampu melewati angka 56 persen pada Januari-Februari 2014, pada bulan yang sama tahun ini, tingkat hunian tak mampu menyentuh 54 persen.

“Pada 2013, tingkat hunian bahkan sempat lebih tinggi lagi, baik dari sisi tingkat hunian maupun durasi menginap. Selain memang karena persaingan, event pada periode setahun terakhir memang minim,” ulas dia.

 

Selain minimnya event, Aswin menilai, penurunan okupansi tingkat hunian kamar yang banyak dikeluhkan manajemen hotel sebagai buah dari pelayanan yang kurang memuaskan. Sebab, kata dia, tak semua hotel menyatakan adanya pengurangan penjualan kamar.

“Mestinya, jika turun, harus introspeksi lebih dulu. Toh, hotel lain pada kelas bintang yang sama, kondisinya berbeda, bahkan baik-baik saja penjualannya,” terang dia.

Aswin mengungkapkan, saat ini ada 545 hotel yang terdaftar beroperasi di Kaltim. Rinciannya, 40 hotel berbintang, dan 505 hotel nonbintang. Sebagian besar berlokasi di Samarinda dan Balikpapan.

“Sejauh ini, saya menerima informasi, masih ada beberapa hotel berlabel nasional dan internasional yang siap berkompetisi. Seperti Ibis dan Mercure di Samarinda, Hotel Platinum Balikpapan, hingga brand Aston di Berau. Khusus Berau, mereka memang sangat gencar menggenjot promosi investasi di sektor ini,” pungkasnya.

 


Sumber : Kaltimpost










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)